Baca Selengkapnya . . .
ExitJangan Lupa Klik Like/Suka!
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Juli 2012

Jadwal Lengkap Uji Coba Tim EPL 2012-13

Klub-klub peserta English Premier League (EPL) tak ingin melewatkan jeda kompetisi yang sedang bergulir saat ini. Mereka rama-ramai menggelar uji coba untuk mematangkan timnya.

Liga Inggris memang baru mulai bergulir sejak 18 Agustus mendatang. Kompetisi paling bergengsi di dunia ini akan diikuti oleh 20 tim dan akan memakan waktu hingga 19 Mei 2013 mendatang.

Untuk mengisi kekosongan waktu jelang bergulirnya EPL,klub peserta musim 2012-13 pun ramai-ramai mengagendakan berbagai uji coba. Tak hanya meladeni tim lawan di kandang sendiri, beberapa uji coba bahkan digelar jauh hingga ke kawasan Asia dan Amerika.

Sebagian tim yang memilih untuk mengunjungi negara-negara Asia, seperti Everton, Queens Park Rangers (QPR), Manchester United, dan Arsenal. QPR dan Everton bahkan berniat untuk mengasah kemampuan dengan berhadapan dengan tim-tim asal Indonesia.

Seperti dilansir the-sun, Tak hanya klub-klub warisan musim lalu yang getol menggelar uji coba. Tim-tim promosi, seperti Southampton, dan West Ham United juga tak mau ketinggalan. Ketiga klub ini juga ikut mengagendakan sejumlah uji coba untuk mematangkan timnya.

Berikut Jadwal Uji ciba Tim Premier League:
Arsenal
14 Juli : Southampton/Anderlecht (45-min matches,St Mary’s)
24 Juli : Malaysia XI (Kuala Lumpur)
27 Juli : Manchester City (Beijing)
29 Juli : Kitchee (Hong Kong)
5 Agustus : Nigeria (Abukja)
12 Agustus: Cologne (A)

Aston Villa
14 Juli : Burton Albion (A)
18 Juli : Philadelphia Union (A)
21 Juli : Chicago Fire (A)
24 Juli : Portland Timbers (A)
1 Agustus : Peterborough (A)
4 Agustus : Nottingham Forest (A)
11 Agustus: Wolves (A)

Chelsea
18 Juli : Seattle Sounders (A)
22 Juli : Paris Saint-Germain (New York)
25 Juli : MLS All-Stars (A)
28 Juli : AC Milan (Miami)
4 Agustus : Brighton (A)
12 Agustus : Man City (Community Shield, Villa Park)

Everton
14 Juli : Morecambe (A)
18 Juli : Dundee United (A)
21 Juli : Motherwell (A)
26 Juli : Galatasaray (Jakarta)
29 Juli : Indonesia XI/Malaysia XI (Jakarta)
5 Agustus: Blackpool (A)
8 Agustus: AEK Athens (H)
11 Agustus:Malaga (A)

Fulham
18 Juli : Lokomotiv Leipzig (A)
28 Juli : Wycombe (A)
11 Agustus: Charlton (H)

Liverpool
21 Juli : Toronto (A)
25 Juli : Roma (Boston)
28 Juli : Tottenham (Baltimore)
5 Agustus: Bray Wanderers (Liverpool XI, A)
7 Agustus: Crusaders (Liverpool XI, A)
12 Agustus: Bayer Leverkusen (H)

Manchester City
27 Juli : Arsenal (Beijing)
30 Juli : Malaysia XI (A)
12 Agustus: Chelsea (Community Shield, Villa Park)

Manchester United
18 Juli : AmaZulu FC (A)
21 Juli : Ajax Cape Town (A)
25 Juli : Shanghai Shenhua (A) TBC
5 Agustus : Valerenga (A)
8 Agustus : Barcelona (Gothenburg)

Newcastle United
13 Juli : Chemnitzer (A)
16 Juli : Monaco (Landsberg am Lech)
27 Juli : Olympiakos (Faro)
28 Juli : Porto (Faro)
11 Agustus: Cardiff (A)

Norwich City
21 Juli : Hertha Berlin (A)
24 Juli : Celtic (A)
28 Juli : Peterborough (A)
31 Juli : Ajax (H)
3 Agustus: MK Dons (A)
7 Agustus: Hull (A)
11 Agustus : Borussia Monchengladbach (H)

QPR
18 Juli : Sabah XI (A)
20 Juli : Kelantan (A)
23 Juli : Persebaya Surabaya (A)
24 Juli : Aldershot (A)

Reading
14 Juli : AFC Wimbledon (A)
21 Juli : Quarteirense (Vilamoura)
24 Juli : Sheffield Wednesday (Vilamoura)
27 Juli : Olhanense (Vilamoura)
4 Agustus: Bournemouth (A)
7 Agustus: Brighton (A)
11 Agustus: Crystal Palace (H)

Southampton
14 Juli : Arsenal/Anderlecht (45-min matches, H)
18 Juli : Etoile Carouge (A)
21 Juli : Evian (A)
28 Juli : Ajax (H)
4 Agustus: Wolves (H)
7 Agustus: Bristol City (A)
11 Agustus: Udinese (H)

Stoke City
18 Juli : Sion (A)
24 Juli : Columbus Crew (A)
28 Juli : Orlando City (A)
1 Agustus : Sporting Kansas City (A)
6 Agustus : Torquay (A)
7 Agustus : Yeovil (A)

Sunderland
19 Juli : Seongnam (A)
22 Juli : Hamburg or Groningen (A)
27 Juli : Hartlepool (A)
8 Agustus: Derby County (A)
11 Agustus: Leicester City (A)

Swansea City
21 Juli : Port Talbot (A)
24 Juli : Colorado Rapids (A)
28 Juli : Ventura County Fusion (A)
31 Juli : San Jose Earthquakes (A)

Tottenham Hotspur
17 Juli : Stevenage (A)
24 Juli : LA Galaxy (A)
28 Juli : Liverpool (Baltimore)
31 Juli : NY Red Bulls (A)
4 Agustus : Watford (Spurs XI, A)
9 Agustus : Valencia (A)
10 Agustus: Southend (Spurs XI, A)

West Brom
17 Juli : Worcester City (Albion XI, A)
19 Juli : Malmo FF (A)
24 Juli : Tamworth (Albion XI, A)
25 Juli : FC Copenhagen (A)
28 Juli : Barnsley (A)
31 Juli : Stockport County (Albion XI, A)
4 Agustus : Sheffield Wednesday (A)
7 Agustus : Walsall (A)
10 Agustus: Nottingham Forest (A)

West Ham
7 Juli : Austria Vienna (A)
10 Juli : Boreham Wood (A)
14 Juli : Southend United (A)
17 Juli : Oxford United (A)
21 Juli : Colchester United (A)
25 Juli : FC Rot-Weiß Erfurt (A)
27 Juli : Dynamo Dresden (A)
29 Juli : FC Energie Cottbus (A)
4 Agustus : Ipswich Town (A)
10 Agustus: Braga (A)

Wigan
28 Juli : Southport (A)
31 Juli : Bury (A) 

*A (Away atau tandang)
  H (Home atau kandang)


sumber

Rabu, 04 Juli 2012

5 Top Scorer Euro Cup 2012


Kemenangan 4-0 atas Italia, mengantarkan skuad berjuluk La Furia Roja, menjadi kampiun jawara di ajang Euro Cup 2012 yang berakhir pada 1 July kemarin. Dari kemenangan itu, sosok bernama lengkap Fernando José Torres Sanz melengkapi kegemilangan Spanyol sebagai Top Scorer  yang menorehkan prestasi luar biasa pada Euro 2012 ini. Karenanya, bomber klub Chelsea itupun sukses meraih trofi sepatu emas. Berikut top scorer Euro Cup 2012:

1. Fernando Torres – Spanyol
3 gol dalam 189 menit bermain
Ia dijuluki El Niño, dan Ia menjadi pencetak gol terbanyak Euro 2012 dengan 3 gol, yang salah satu golnya dicetak pada kemenangan 4–0 atas Italia di laga final. Sebenarnya nama Torres, bukanlah pencetak gol terbanyak di Euro 2012. Ia mencetak jumlah gol yang sama (masing-masing tiga gol) dengan yang dibukukan Mario Gomez (Jerman), Alan Dzagoev (Rusia), Mario Mandzukic (Kroasia), dan Mario Balotelli (Italia). Tapi karena selisih menit yang dicatatkannya lebih sedikit, mengantarkan Torres sebagai top scorer-nya.


2. Mario Gómez – Jerman
3 gol dalam 189 menit bermain
Menguntit di urutan ke dua, striker der panzer Jerman bernama lengkap Mario Gómez García, mengoleksi jumlah gol yang sama yakni 3 gol.  Tiga gol yang disarangkan Gomez masing-masing dihadiahkan ke gawang Portugal satu gol, dan dua gol sisanya bersarang di gawang Belanda, pada penyisihan di grup B.

3. Alan Dzagoev – Rusia
3 gol dalam 253 menit bermain
Alan Yelizbarovich Dzagoev adalah seorang pemain sepak bola berkewarganegaraan Rusia yang bermain untuk klub CSKA Moscow pada posisi gelandang. Dzagoev mencetak dua gol dalam pertandingan Rusia melawan Republik Ceko pada tanggal 8 Juni 2012, dengan kemenangan 4-1 untuk Rusia. Dzagoev menambah gol ketiganya dalam turnamen itu di game kedua timnya vs Polandia, dengan hasil imbang 1-1 bagi timnya.

4. Mario Mandzukic – Kroasia
3 gol dalam 270 menit bermain
Mario Mandzukic adalah pemain sepak bola Kroasia yang bermain sebagai striker untuk FC Bayern Muenchen di Bundesliga dan Kroasia nasional team. Kiprahnya di ajang Euro Cup 2012, berhasil menorehkan prestasi bagi timnya dengan menyumbangkan 3 gol. Ketiga gol yang disarangkan Mandzukic diperolehnya pada laga timnya melawan Republik Irlandia (2 gol) dan ketika melawan Italia (1 gol).

5. Mario Balotelli – Italia
3 gol dalam 421 menit bermain
“Super” Mario demikian media dan suporter Italia menyebutnya. Balotelli berhasil menghempaskan mimpi Jerman untuk melaju ke final Euro Cup 2012, dengan menyarangkan dua gol penentu kemenangan Italia ke mistar gawang yang dijaga kiper Manuel Neuer. Dan satu gol lagi berhasil dikoleksinya pada laga penyisihan grup C melawan Republik Irlandia.

Tambahan:

Cristiano Ronaldo- Portugal
3 gol dalam 480 menit bermain
Berada di posisi paling buncit, sosok penyerang asal Portugal Cristiano Ronaldo. Pemain yang kerap bernomor punggung 7 di lapangan hijau ini, sama-sama mengoleksi tiga gol dengan rentang waktu bermain selama 480 menit. Masing-masing gol-nya tercipta ketika berhadapan dengan Belanda (2 gol) dan Republik Czech (1 gol).(**)






Minggu, 01 Juli 2012

5 “Komunitas” Suporter Hooligan Paling Berbahaya di Inggris


Sepak bola juga bisa melahirkan faham rasis, pada pihak-pihak yang kebablasan dalam mendukung klub kebanggannya. Di tangan orang-orang seperti mereka, konsep hooligan dan rebelion menjadi landasan utama untuk menghalau infiltrasi tekanan dari rival seterunya. Alhasil, fanatisme ini bisa berujung pada kekacauan, pertengkaran bahkan pada tindak kriminal. Di Inggris, fans fanatik-nya dikenal dengan fans Hooligan. Karenanya tak heran, kedatangannya terkadang ditolak sejumlah negara yang menjadi tuan rumah perhelatan sepak bola. Berikut, 5 “komunitas” suporter sepak bola paling berbahaya di Inggris:

1. Millwall Bushwackers - Birmingham City
Komunitas sepak bola hooligan yang terkenal di Inggris adalah Millwall Bushwackers. Namanya diambil dari nama ambushers Perang Sipil Amerika. Mereka bahkan memiliki senjata hasil improvisasi yang dinamai Brick Millwall, terbuat dari koran dan digunakan untuk menyerang fans rivalnya. Pada 1980-an, Bushwackers menimbulkan kekerasan serius selama pertandingan, dan bertanggung jawab atas beberapa kerusuhan terburuk dalam sepak bola Inggris. Pada tahun 2001 mereka juga terlibat kerusuhan dan menyerang komunitas lainnya Wolverhampton. Sementara 2002, mereka juga terlibat pertumpahan darah pada malam play-off Birmingham City, yang oleh pihak kepolisian dianggap sebagai kekerasan terburuk yang pernah mereka alami.


2. Birmingham Zulus - Birmingham City
Di akhir 70-an, slogan terkenal “Zulu, Zulu!” di jalan-jalan Birmingham hanya bisa berarti satu hal: merusak dan berkelahi oleh mereka yang menyebut diri Warriors Zulu, fans fanatik dari Birmingham City FC. Dikenal karena memiliki anggota berbagai latar belakang etnis, massa fanatik ini adalah salah satu yang paling ditakuti era 80-an – dan mereka dianggap sebagai biang kerusuhan. Bentrokan dengan pendukung klub rival Aston Villa pada derby, dan Zulu yang dikenal keras mempertahankan wilayah mereka dari menyerang fans lainnya .Di antara banyak insiden Zulu telah memicu serangkaian kerusuhan di Cardiff pada tahun 2001 yang terlibat penghancuran sebuah pub, yang menyebabkan satu orang diserang dan sembilan lebih dibawa ke rumah sakit. Kemudian pada 2006, sekitar 200 penggemar Birmingham merobohkan pagar yang memisahkan mereka dari fans Stoke setelah pertandingan Piala FA. Setelah pertempuran pecah, polisipun ikut diserang yang dianggap sebagai  ”kekerasan ekstrim”.

3. Aston Villa Hardcore – Aston Villa FC
Yang terkenal lainnya dari supporter berbasis kota Birmingham, adalah Aston Villa Hardcore yang berafiliasi dengan klub Aston Villa atau dikenal sebagai The Villains. Hardcore memiliki reputasi sengit, yang dibentuk dari sebuah kerusuhan besar yang terkenal. The “Battle of Rocky Lane ” pada tahun 2002 menyaksikan beberapa kekacauan yang serius di daerah Aston setelah pertandingan antara Villa dan Birmingham City yang menyebabkan 15 penangkapan. Kemudian pada 2005, anggota komunitas, Steven Fowler, yang sudah dipenjara selama enam bulan dalam kerusuhan 2002, dijebloskan kembali ke penjara karena terlibat lagi kerusuhan  antara Aston Villa Hardcore dan Chelsea Headhunters di persimpangan King’s London pada  2004. Juga pada tahun 2004, beberapa supporter Villa terlibat dalam pertempuran dengan fans QPR diluar Villa Park dimana seorang pramugara meninggal.

4. Inter City Firm – West Ham United
Sekelompok hooligan yang aktif dari tahun 1970-an sampai tahun 1990, yang dikenal dengan Inter City yang dikenal fanatik membela klub asal London West Ham United. Dinamakan setelah mereka melakukan perjalanan kereta api selama pertandingan tandang, Inter City Firm memiliki ciri khas oleh kebiasaan mereka meninggalkan kartu pada korban rivalnya yang berhasil mereka serang  yang bertuliskan; membaca: “Congratulations, you’ve just met the ICF.” Banyak pula contoh perilaku ekstrim kekerasan mereka telah didokumentasikan, terhadap fans London lainnya seperti seperti Bushwackers Millwall.

5. 6.57 Crew – Portsmouth FC
Fans fanatik Liga Utama Inggris Portsmouth FC, yang dinamai jadwal keberangkatan kereta pukul 06:57 yang mereka gunakan menuju Station Waterloo London pada hari Sabtu, Crew 6.57 adalah salah komunitas fans besar selama tahun 1980, menyebabkan kekacauan di seluruh negeri. Pada tahun 2001, mereka bertempur dengan fans Kota Coventry pada pertandingan tandang, merobek kursi dan melemparkan merecon ke saingan mereka. Pada tahun 2004, 93 orang simpatisan fans ini ditangkap – termasuk anak laki-laki berusia 10 tahun yang menjadi anggota Hooligan sepak bola termuda di Inggris yang dihukum – atas kerusuhan massa sebelum dan setelah pertandingan melawan saingan Southampton, di mana polisi diserang dan toko-toko dijarah. Lebih dari seratus hooligan Portsmouth dilarang bepergian ke Piala Dunia 2006 di Jerman karena reputasi kekerasan yang mereka buat.

Tambahan:
The Red Army – Manchester United
Manchester United adalah salah satu klub sepakbola terbesar yang menyuguhkan permainan yang indah. Keberhasilan klub ini juga bertendensi pada lahirnya, fans fanatik mereka yang menamakan dirinya Tentara Merah atau The Red Army. Disinyalir fans ini juga, berkontribusi besar dalam permasalahan hooligan di Inggris. Pada pertengahan 70-an namanya menjadi identik dengan beberapa insiden yang menentukan dalam hooliganisme Inggris, terkenal pada tahun 1974-75 saat United telah terdegradasi dari  sepakbola Inggris untuk satu musim dan gerombolan preman melancarkan kekacauan di stadion dan di seluruh negeri.

Chelsea Headhunters – Chelsea
Dengan nama seperti layaknya pemburu kepala, Anda tahufans ini bisa dibilang sebagai geng preman serius. Terkait dan terkenal karena fanatismenya terhadap klub London Chelsea. Komtas fans ini terkenal karena rasisme memereka, dengan link ke kelompok kanan  seperti Front Nasional dan Combat paramiliter 18. Pada tahun 1999 kerusuhan yang ditimbulkannya pernah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa hingga mati.







5 Cedera Sepakbola Terburuk Sepanjang Masa (Bagian 2 – Habis)


Di balik pertandingan yang digemari hampir setengah penduduk dunia ini ada banyak peristiwa yang membahayakan para pemainnya. Mulai dari cedera kecil sampai patah tulang. Bayaran mereka yang relatif tinggi setimpal dengan resiko yang bisa mereka dapat di tengah lapang. Resiko apakah itu? Berikut uniknya.com merangkum lima cedera terparah di pertandingan sepakbola dunia.

1. David Busst
Kejadian ini berlangsung selama pertandingan di Old Trafford pada bulan April 1996. Pemain belakang Coventry, David Busst menabrak pemain belakang Manchester United, Denis Irwin. Alhasil, kakinya patah sangat parah. Lebih parah lagi, tulangnya merobek kulitnya dan darahnya harus dibersihkan dari lapangan. Ia mengalami keretakan tulang kering dan tulang betis. Akibatnya, ia tidak dapat bermain sepakbola profesional lagi. Setelahnya, penjaga gawang United, Peter Schmeichel, yang menyaksikan kecelakaan tersebut, membutuhkan penyuluhan.


2. Ewald Lienen
Cedera mengerikan ini menimpa pemain tengah tim nasional Jerman, Ewald Lienen. Cedera kaki kanannya ini disebabkan oleh tekel sliding dari pemain belakang Werder Bremen selama pertandingan di tahun 1981.

3. Henrik Larsson
Henri Larsson istirahat selama 8 bulan setelah kakinya patah pada tahun 1999. Cedera parahnya ini mengancam karirnya namun setelah kesembuhannya yang ajaib ia kembali pada piala Eropa tahun 2000.

4. Edgar Andrade
Yang keempat ini terjadi selama pertandingan antara Cruz Azul dan Tecos UAG, Juni 2007. Pesekpakbola asal Meksiko, Edgar Andrade menderita keretakan dramatis dan kakinya terbalik ketika mencoba mencegah serangan dari lawannya. Ia kembali ke lapangan beberapa bulan setelah sembuh.

5. Inigo Diaz De Cerio
Tahun 2008, pemain asal Spanyol, Iñigo Díaz de Cerio, menderita cedera serius setelah menabrak penjaga gawang SD Eibar, Zigor. Akibat benturan ini tulang kering dan betis kaki kanan Cerio retak. Setelah berhasil dioperasi, ia perlahan sembuh, kembali ke lapangan hampir setahun setelah peristiwa tersebut.

Tambahan:
Luciano Almeida
Pesepakbola asal Brazil ini, Luciano Almeida, menderita cedera parah selama pertandingan antara Botafogo dan Flamengo tahun 2007. Ia harus beristirahat selama lima bulan agar benar-benar sembuh.